Posts

SAMBUTAN KETUA IGI JAWA TIMUR

Assalamu'alaikum Wr. Wb. Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga IGI Jawa Timur berhasil mendapatkan ijin dari Pengurus Pusat (PP) IGI, untuk mendapatkan sub  domain Website Sekolah Ramah Anak (SRA) IGI Jatim.  Kehadiran Website SRA ini diharapkan dapat memudahkan penyampaian informasi secara terbuka kepada keluarga IGI Jawa Timur Penggiat SRA dan masyarakat serta instansi lain yang terkait dengan pengembangan Sekolah Ramah Anak di daerah masing-masing. Semoga dengan kehadiran Website ini akan terjalin komunikasi antar Guru, Kepala Sekolah, Pengawas sekolah dan Instansi terkait. * Website Sekolah Ramah Anak (SRA) IGI Jatim. *  juga merupakan salah satu upaya membumikan konsep Sekolah Ramah Anak di seluruh pelosok di Jawa Timur. Informasi penting terkait Sekolah Ramah Anak secara cepat dapat diakses oleh semua pihak terutama sekolah/madrasah yang akan, sedang, dan menuju kondisi Sekolah Ramah Anak.  Sekolah yang dapat menjad

REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 3.3

Image
  REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 3. OLEH: MABRURATUL HASANAH, M. Pd. CGP AGKATAN 5 KABUPATEN PAMEKASAN Program Pendidikan guru penggerak merupakan program Pendidikan kepemimpinan bagi guru untuk menjadi pemimpin pembelajaran. Melalui program ini diharapkan akan melahirkan guru-guru terbaik untuk menghadirkan perubahan nyata bagi Pendidikan Indonesia. Guru penggerak adalah pemimpin pembelajaran yang mendorong tumbuh kembang murid secara holistik, aktif dan proaktif dalam mengembangkan pendidik lainnya untuk mengimplementasikan pembelajaran yang berpusat pada murid serta menjadi teladan dan agen transformasi ekosistem Pendidikan untuk mewujudkan profil pelajar Pancasila. Sebagai seorang pemimpin pembelajaran, tentunya guru sering dihadapkan dalam situsi dimana diharuskan mengambil suatu keputusan, dan keberhasilan seorang pemimpin dalam mengambil salah satu tugas tersulit tersebut yaitu bagaimana ia mampu mengambil sebuah keputusan yang efektif. Keputusan-keputusan ini secara langsu

JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 3.1

Image
  JURNAL DWI MINGGUAN MODUL 3.1 OLEH: MABRURATUL HASANAH, M. Pd. CGP AGKATAN 5 KABUPATEN PAMEKASAN Sebagai seorang pemimpin pembelajaran, tentunya guru sering dihadapkan dalam situsi dimana diharuskan mengambil suatu keputusan, dan keberhasilan seorang pemimpin dalam mengambil salah satu tugas tersulit tersebut yaitu bagaimana ia mampu mengambil sebuah keputusan yang efektif. Keputusan-keputusan ini secara langsung atau tidak langsung dapat menentukan arah dan tujuan lembaga yang dipimpin. Menjadi guru yang mampu mengambil keputusan efektif tentunya tidak terlepas dari pengaruh dan pandangan Ki Hajar Dewantara yakni sistem among dan juga Pratap Triloka. Dalam hal ini guru sebagai seorang pamong dapat menggunakan sistem among dalam pembelajaran untuk menyampaikan karakater bagi peserta didik. Selain itu integrasi Pratap Triloka menjadi sangat penting dalam konteks sekolah terutama dalam pengambilan keputusan bagi guru sebagai pemimpin pembelajaran. Terdapat 3 unsur penting pad
Image
  Demonstrasi Kontekstual Hasil Wawancara dengan Pimpinan Oleh: Mabruratul Hasanah, M. Pd. CGP Angkatan 5 Kabupaten Pamekasan, Guru SMAN 2 Pamekasan Hal-hal yang menarik dari wawancara ini adalah pernyataan statemen dari para pimpinan yang menyatakan bahwa jangan sampai pengambilan keputusan itu, ada pihak-pihak yang merasa dikalahkan. Terjalin komunikasi yang humanis saat dialog dan wawancara berlangsung, terlebih ketika seorang kepala sekolah menyampaikan dasar untuk melakukan pengambilan keputusan,   didasarkan pada prinsip kepentingan orang banyak dengan skala waktu pengambilan keputusan yang terukur. Keterkaitan dengan 4 paradigma, yang digunakan adalah paradigma jangka pendek (skala prioritas) vs jangka panjang (sama-sama benar).   Dan jika dihubungkan dengan 3 prinsip yang digunakan adalah pengambilan keputusan berbasis pada hasil akhir karena berdasarkan pada kebaikan orang banyak. Jika dikaitkan dengan 9 langkah keputusan berhubungan dengan nilai-nilai yang bertent
Image
                                                  REFLEKSI DWI MINGGUAN 2.3 Oleh : Mabruratul Hasanah, M. Pd. CGP ANGKATAN 5 KABUPATEN PAMEKASAN, SMAN 2 PAMEKASAN . Untuk mewujudkan filosofi KHD saya harus  menjadi seorang guru penggerak yang memiliki otak luhur manusia, yang bijaksana dalam mengambil segala tindakan. Hal itu terjadi karena dengan kita memiliki otak luhur manusia maka pembelajaran dengan filosofi KHD dan siswa yang memiliki profile Pancasila akan tercapai. Hal itu akan saya tuangkan dalam visi saya sebagai guru penggerak. Visi guru penggerak dapat diwujudkan dalam pembuatan BAGJA prakarsa perubahan. Visi saya sebagai guru penggerak adalah mengembangkan sekolah ramah anak melalui disiplin positif. Disiplin positif akan menjadikan budaya positif ketika disiplin positif tersebut dilaksanakan oleh semua pihak sekolah. Cara untuk menerapkan itu semua kita dapat menerapkan segitiga restitusi.  Segi tiga restitusi tersebbit adalah 1. Menstabilkan identitas, 2. Menvalida
Image
  PERAN COACH DI SEKOLAH dan KETERKAITANNYA DENGAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI DAN PSE Oleh : Mabruratul Hasanah, M. Pd. CGP AGKATAN 5 KABUPATEN PAMEKASAN SMAN 2 Pamekasan .         Anak didik bukanlah kertas kosong yang harus kita isi dengan tulisan atau gambar seperti apa yang kita inginkan, akan tetapi sudah ada goresan-goresan yang nantinya goresan-goresan tersebut harus kita pertebal. Mereka hadir dari berbagai latar belakang, kemampuan dan potensi. Sebagai guru, kita bertugas untuk menjadikan latar belakang mereka sebagai pondasi kuat dalam memimpin pembelajaran. Selain itu juga untuk meningkatkan kemampuan dan mengasah potensi mereka. Oleh karena itu, kita diharapkan memiliki kemampuan dalam mengarahkan anak didik untuk menemukan jati diri dan mendukung potensi mereka tersebut. Kemampuan yang harus kita miliki adalah keterampilan Coaching. Coaching merupakan bentuk kemitraan bersama coachee dan coach untuk memaksimalkan potensi pribadi dan profesional yang dimiliki oleh s
Image
  KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 2.2 KOMPETENSI SOSIAL DAN EMOSIONAL oleh Mabruratul Hasnah, M. Pd. CGP Angakatan 5 Kabupaten Pamekasan. 1.      Sebelum mempelajari modul ini, saya berpikir bahwa kompetensi sosial dan emosional tidak berkaitan dengan kemampuan kognitif murid sehingga kompetensi sosial dan emosional ini kurang mendapatkan perhatian lebih di dalam kegiatan pembelajaran yag saya lakukan, Namun setelah mempelajari modul ini, ternyata pemikiran ini salah, karena dalam proses pembelajaran memiliki kaitan dengan kebutuhan belajar (kesiapan belajar murid, minat belajar, dan profil belajar murid) dan lingkungan yang aman dan nyaman untuk memfasilitasi seluruh individu di sekolah agar dapat- meningkatkan kompetensi akademik maupun kesejahteraan psikologis (well-being). Pentingnya Pembelajaran Sosial dan Emosional, yaitu peningkatan kompetensi sosial dan emosional mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih positif, peningkatan sikap positif dan toleransi murid terhadap d

REFLEKSI JURNAL DWI MINGGUAN

Image
  KONEKSI ANTAR MATERI 2.1 OLEH: MABRURATUL HASANAH, M. Pd. CGP ANGKATAN 5 KABUPATEN PAMEKASAN   Setelah saya menjalani pembelajaran dari modul 1.1 hingga modul 2.1 ini, berikut adalah hal yang menjadi pembelajaran bagi saya: ·         Pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang mengakomodir kebutuhan belajar siswa . Guru memfasilitasi siswa   sesuai dengan kebutuhannya, karena setiap siswa   mempunyai karakteristik yang berbeda-beda dan unik. Siswa yang duduk di kelas-kelas yang ada di Sekolah tidak ada yang sama. Pembelajaran berdiferensiasi tidak berarti pembelajaran dengan memberikan perlakuan atau tindakan yang berbeda untuk setiap siswa , maupun pembelajaran yang membedakan antara siswa   yang memiliki kemampuan lebih dengan yang siswa kurang pintar. ·         pembelajaran berdiferensiasi dapat memenuhi kebutuhan belajar siswa   dan membantu mencapai hasil belajar yang optimal, karena: pada pembelajaran berdiferensiasi memiliki ciri-ciri antara lain: lingku