Posts

SAMBUTAN KETUA IGI JAWA TIMUR

Assalamu'alaikum Wr. Wb. Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga IGI Jawa Timur berhasil mendapatkan ijin dari Pengurus Pusat (PP) IGI, untuk mendapatkan sub  domain Website Sekolah Ramah Anak (SRA) IGI Jatim.  Kehadiran Website SRA ini diharapkan dapat memudahkan penyampaian informasi secara terbuka kepada keluarga IGI Jawa Timur Penggiat SRA dan masyarakat serta instansi lain yang terkait dengan pengembangan Sekolah Ramah Anak di daerah masing-masing. Semoga dengan kehadiran Website ini akan terjalin komunikasi antar Guru, Kepala Sekolah, Pengawas sekolah dan Instansi terkait. * Website Sekolah Ramah Anak (SRA) IGI Jatim. *  juga merupakan salah satu upaya membumikan konsep Sekolah Ramah Anak di seluruh pelosok di Jawa Timur. Informasi penting terkait Sekolah Ramah Anak secara cepat dapat diakses oleh semua pihak terutama sekolah/madrasah yang akan, sedang, dan menuju kondisi Sekolah Ramah Anak.  Sekolah yang dapat menjad
Image
Kurikulum Sekolah Ramah Anak (Seirama dengan Filosofi Ki Hadjar Dewantara) Cikal Bakal Kurikulum Merdeka Menuju Profil Pelajar Pancasila Oleh Farizal Rohman Kurniawan, Mahasiswa semester 2 Magister Teknologi Pendidikan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Penggiat Sekolah Ramah Anak, dan Guru SMAN 1 Dringu Kabupaten Probolinggo Istilah Sekolah ramah anak (SRA) lahir dari dua hal besar yaitu adanya amanat yang harus diselenggarakan Negara untuk memenuhi hak anak sebagaimana tercantum dalam Konvensi Hak Anak yang telah diratifikasi Indonesia pada tahun 1990, juga adanya tuntutan dari Undang-Undang No. 23 Tahun 2003 tentang perlindungan anak dan Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 23 Tahun 2003 tentang Perlindungan Anak yang jelas pada pasal 54 ayat 1 yang berbunyi "(1) anak di dalam dan lingkungan satuan pendidikan wajib mendapatkan perlindungan dari tindakan kekerasan fisik, psikis, kejahatan seksual, dan kejahatan lainnya yang dilakukan oleh pe

KONEKSI ANTAR MATERI FILOSOFI KHD DAN NILAI-NILAI SERTA PERAN GURU PENGGERAK

Image
  KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 1.2 NILAI DAN PERAN GURU PENGGERAK Oleh: Mabruratul Hasanah, M. Pd. CGP Anggkatan 5  Kabupaten Pamekasan. Setelah saya menjalani pembelajaran dari modul 1.1 dan modul 1.2 ini, berikut adalah hal yang menjadi pembelajaran bagi saya: 1.      Momen yang paling penting dan menantang dalam proses pembelajaran modul 1.1 hingga modul 1.2 yang saya fahami adalah: menjadikan filosofi KHD sebagai dasar untuk menjadikan saya sebagai seorang guru penggerak yang tergerak, bergerak dan menggerakkan. Disana saya harus memahami bagaimana karakter siswa saya, bagaimana saya memotivasi siswa saya, dan bagaimana saya harus mendukung dan mngembangkan semua kreativitas dan yang ada pada anak sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zamannya. Selain itu untuk mewujudkan filosofi KHD saya harus  menjadi seorang guru penggerak yang memiliki otak luhur manusia agar kita seorang guru penggerak yang bijaksana dalam mengambil segala tindakan. Hal itu terjadi karena dengan kita memilik

Kesimpulan dan refleksi terhadap pemikiran-pemikiran Ki Hadjar Dewantara

Image
  Kesimpulan dan refleksi terhadap pemikiran-pemikiran Ki Hadjar Dewantara:   Oleh: MABRURATUL HASANAH, M. Pd. SMAN 2 PAMEKASAN CALON GURUPENGGERAK ANGKATAN 5 KABUPATEN PAMEKASAN KELAS 114 A. Yang saya percaya tentang murid dan pembelajaran di kelas sebelum saya mempelajari modul 1.1 adalah: Murid itu cenderug untuk menuntut guru selalu memberikan materi yang akan dipelajari tanpa mereka aktif untuk mencari atau tidak aktif dalam proses belajar mengajar. Murid hanya duduk manis, diam tanpa ikut aktif dalam proses pembelajaran, Hal itu terjadi karena tidak adanya karakter kemandirian dalam diri siswa. Selain itu murid cenderung mengikuti sesuai dengan apa yang diinginkan gurunya, misalkan guru akan menghukum siswa jika melakukan suatu kesalahan, dengan kata lain pembelajaran itu terlaksaa tanpa melihat keadaan dan kondisi siswa seperti apa. Ketika siswa tidak melaksanakan sesuai dengan apa yang diinginkan gurunya, maka siswa cenderung akan di berikan hukuman. Saya percaya murid

1.4.a.10.2 Aksi Nyata - Budaya Positif - Forum Berbagi Aksi Nyata

Image
 

Forgiveness Therapy untuk Meningkatkan Konsep Diri Positif di SMA NU 1 Gresik

Image
  Forgiveness Therapy sebagai Alternatif Layanan BK dalam Meningkatkan Konsep Diri Positif Peserta Didik SMA NU 1 Gresik    Oleh:  Muhammad Badril Riza, S.Psi     “ Tak kenal maka tak sayang ”, begitu ungkapan lama yang sering menjadi kalimat awal sebelum sebuah perkenalan, maka penulis juga ingin menggunakannya sebelum penulis membagikan pengalamannya terkait best practice dengan topik   forgiveness therapy sebagai alternatif peningkatan konsep diri positif peserta didik SMA NU 1 Gresik.   Penulis adalah guru Bimbingan dan Konseling di SMA Nahdlatul Ulama 1 Gresik. Selain sebagai seorang guru, penulis juga aktif pada lembaga layanan psikologi yang bergerak dibidang training, human development , dan terapi. Tulisan ini merupakan sebuah ringkasan hasil PTBK (Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling) yang dilakukan penulis. Sekolah Menengah Atas (SMA) merupakan salah satu jenjang pendidikan formal dimana peserta didiknya merupakan anak usia remaja yakni pada usia sekitar 15 t