Posts

SAMBUTAN KETUA IGI JAWA TIMUR

Assalamu'alaikum Wr. Wb. Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karunia-Nya sehingga IGI Jawa Timur berhasil mendapatkan ijin dari Pengurus Pusat (PP) IGI, untuk mendapatkan sub  domain Website Sekolah Ramah Anak (SRA) IGI Jatim.  Kehadiran Website SRA ini diharapkan dapat memudahkan penyampaian informasi secara terbuka kepada keluarga IGI Jawa Timur Penggiat SRA dan masyarakat serta instansi lain yang terkait dengan pengembangan Sekolah Ramah Anak di daerah masing-masing. Semoga dengan kehadiran Website ini akan terjalin komunikasi antar Guru, Kepala Sekolah, Pengawas sekolah dan Instansi terkait. * Website Sekolah Ramah Anak (SRA) IGI Jatim. *  juga merupakan salah satu upaya membumikan konsep Sekolah Ramah Anak di seluruh pelosok di Jawa Timur. Informasi penting terkait Sekolah Ramah Anak secara cepat dapat diakses oleh semua pihak terutama sekolah/madrasah yang akan, sedang, dan menuju kondisi Sekolah Ramah Anak.  Sekolah yang dapat menjad

REFLEKSI JURNAL DWI MINGGUAN

Image
  KONEKSI ANTAR MATERI 2.1 OLEH: MABRURATUL HASANAH, M. Pd. CGP ANGKATAN 5 KABUPATEN PAMEKASAN   Setelah saya menjalani pembelajaran dari modul 1.1 hingga modul 2.1 ini, berikut adalah hal yang menjadi pembelajaran bagi saya: ·         Pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang mengakomodir kebutuhan belajar siswa . Guru memfasilitasi siswa   sesuai dengan kebutuhannya, karena setiap siswa   mempunyai karakteristik yang berbeda-beda dan unik. Siswa yang duduk di kelas-kelas yang ada di Sekolah tidak ada yang sama. Pembelajaran berdiferensiasi tidak berarti pembelajaran dengan memberikan perlakuan atau tindakan yang berbeda untuk setiap siswa , maupun pembelajaran yang membedakan antara siswa   yang memiliki kemampuan lebih dengan yang siswa kurang pintar. ·         pembelajaran berdiferensiasi dapat memenuhi kebutuhan belajar siswa   dan membantu mencapai hasil belajar yang optimal, karena: pada pembelajaran berdiferensiasi memiliki ciri-ciri antara lain: lingku
Image
  JURNAL REFLEKSI DWI MIGGUAN 1.4 OLEH: MABRURATUL HASANAH, M. Pd. CGP ANGKATAN 5 KABUPATEN PAMEKASAN   Untuk mewujudkan filosofi KHD saya harus  menjadi seorang guru penggerak yang memiliki otak luhur manusia agar kita seorang guru penggerak yang bijaksana dalam mengambil segala tindakan. Hal itu terjadi karena dengan kita memiliki otak luhur manusia maka pembelajaran dengan filosofi KHD dan siswa yang memiliki profile Pancasila akan tercapai. Hal itu akan saya tuangkan dalam visi saya sebagai guru penggerak. Visi guru penggerak dapat diwujudkan dalam pembuatan BAGJA prakarsa perubahan. Visi saya sebagai guru penggerak adalah mengembangkan sekolah ramah anak melalui disiplin positif. Disiplin positif akan menjadikan budaya positif ketika disiplin positif tersebut dilaksanakan oleh semua pihak sekolah. Cara untuk menerapkan itu semua kita dapat menerapkan segitiga restitusi.   Segi tiga restitusi tersebbit adalah 1. Menstabilkan identitas, 2. Menvalidasi tindakan yang salah dan

JURNAL REPLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 1.3

Image
  JURNAL DWI MINGGUAN MODUL 1.3 OLEH: MABRURATUL HASANAH, M. Pd. CGP ANGKATAN 5 KABUPATEN PAMEKASAN   Setelah saya menjalani pembelajaran dari modul 1.1, modul 1.2, dan modul 1.3   ini, berikut adalah hal yang menjadi pembelajaran bagi saya: 1.      Momen yang paling penting dan menantang dalam proses pembelajaran modul 1.1 hingga modul 1.2   da 1.3 yang saya fahami adalah: menjadikan filosofi KHD sebagai dasar untuk menjadikan saya sebagai seorang guru penggerak yang tergerak, bergerak dan menggerakkan. Disana saya harus memahami bagaimana karakter siswa saya, bagaimana saya memotivasi siswa saya, dan bagaimana saya harus mendukung dan mngembangkan semua kreativitas dan yang ada pada anak sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zamannya. Selain itu untuk mewujudkan filosofi KHD saya harus  menjadi seorang guru penggerak yang memiliki otak luhur manusia agar kita seorang guru penggerak yang bijaksana dalam mengambil segala tindakan. Hal itu terjadi karena dengan kita memiliki
Image
Kurikulum Sekolah Ramah Anak (Seirama dengan Filosofi Ki Hadjar Dewantara) Cikal Bakal Kurikulum Merdeka Menuju Profil Pelajar Pancasila Oleh Farizal Rohman Kurniawan, Mahasiswa semester 2 Magister Teknologi Pendidikan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Penggiat Sekolah Ramah Anak, dan Guru SMAN 1 Dringu Kabupaten Probolinggo Istilah Sekolah ramah anak (SRA) lahir dari dua hal besar yaitu adanya amanat yang harus diselenggarakan Negara untuk memenuhi hak anak sebagaimana tercantum dalam Konvensi Hak Anak yang telah diratifikasi Indonesia pada tahun 1990, juga adanya tuntutan dari Undang-Undang No. 23 Tahun 2003 tentang perlindungan anak dan Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 23 Tahun 2003 tentang Perlindungan Anak yang jelas pada pasal 54 ayat 1 yang berbunyi "(1) anak di dalam dan lingkungan satuan pendidikan wajib mendapatkan perlindungan dari tindakan kekerasan fisik, psikis, kejahatan seksual, dan kejahatan lainnya yang dilakukan oleh pe

KONEKSI ANTAR MATERI FILOSOFI KHD DAN NILAI-NILAI SERTA PERAN GURU PENGGERAK

Image
  KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 1.2 NILAI DAN PERAN GURU PENGGERAK Oleh: Mabruratul Hasanah, M. Pd. CGP Anggkatan 5  Kabupaten Pamekasan. Setelah saya menjalani pembelajaran dari modul 1.1 dan modul 1.2 ini, berikut adalah hal yang menjadi pembelajaran bagi saya: 1.      Momen yang paling penting dan menantang dalam proses pembelajaran modul 1.1 hingga modul 1.2 yang saya fahami adalah: menjadikan filosofi KHD sebagai dasar untuk menjadikan saya sebagai seorang guru penggerak yang tergerak, bergerak dan menggerakkan. Disana saya harus memahami bagaimana karakter siswa saya, bagaimana saya memotivasi siswa saya, dan bagaimana saya harus mendukung dan mngembangkan semua kreativitas dan yang ada pada anak sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zamannya. Selain itu untuk mewujudkan filosofi KHD saya harus  menjadi seorang guru penggerak yang memiliki otak luhur manusia agar kita seorang guru penggerak yang bijaksana dalam mengambil segala tindakan. Hal itu terjadi karena dengan kita memilik

Kesimpulan dan refleksi terhadap pemikiran-pemikiran Ki Hadjar Dewantara

Image
  Kesimpulan dan refleksi terhadap pemikiran-pemikiran Ki Hadjar Dewantara:   Oleh: MABRURATUL HASANAH, M. Pd. SMAN 2 PAMEKASAN CALON GURUPENGGERAK ANGKATAN 5 KABUPATEN PAMEKASAN KELAS 114 A. Yang saya percaya tentang murid dan pembelajaran di kelas sebelum saya mempelajari modul 1.1 adalah: Murid itu cenderug untuk menuntut guru selalu memberikan materi yang akan dipelajari tanpa mereka aktif untuk mencari atau tidak aktif dalam proses belajar mengajar. Murid hanya duduk manis, diam tanpa ikut aktif dalam proses pembelajaran, Hal itu terjadi karena tidak adanya karakter kemandirian dalam diri siswa. Selain itu murid cenderung mengikuti sesuai dengan apa yang diinginkan gurunya, misalkan guru akan menghukum siswa jika melakukan suatu kesalahan, dengan kata lain pembelajaran itu terlaksaa tanpa melihat keadaan dan kondisi siswa seperti apa. Ketika siswa tidak melaksanakan sesuai dengan apa yang diinginkan gurunya, maka siswa cenderung akan di berikan hukuman. Saya percaya murid