Posts

Image
  KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 2.2 KOMPETENSI SOSIAL DAN EMOSIONAL oleh Mabruratul Hasnah, M. Pd. CGP Angakatan 5 Kabupaten Pamekasan. 1.      Sebelum mempelajari modul ini, saya berpikir bahwa kompetensi sosial dan emosional tidak berkaitan dengan kemampuan kognitif murid sehingga kompetensi sosial dan emosional ini kurang mendapatkan perhatian lebih di dalam kegiatan pembelajaran yag saya lakukan, Namun setelah mempelajari modul ini, ternyata pemikiran ini salah, karena dalam proses pembelajaran memiliki kaitan dengan kebutuhan belajar (kesiapan belajar murid, minat belajar, dan profil belajar murid) dan lingkungan yang aman dan nyaman untuk memfasilitasi seluruh individu di sekolah agar dapat- meningkatkan kompetensi akademik maupun kesejahteraan psikologis (well-being). Pentingnya Pembelajaran Sosial dan Emosional, yaitu peningkatan kompetensi sosial dan emosional mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih positif, peningkatan sikap positif dan to...

REFLEKSI JURNAL DWI MINGGUAN

Image
  KONEKSI ANTAR MATERI 2.1 OLEH: MABRURATUL HASANAH, M. Pd. CGP ANGKATAN 5 KABUPATEN PAMEKASAN   Setelah saya menjalani pembelajaran dari modul 1.1 hingga modul 2.1 ini, berikut adalah hal yang menjadi pembelajaran bagi saya: ·         Pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang mengakomodir kebutuhan belajar siswa . Guru memfasilitasi siswa   sesuai dengan kebutuhannya, karena setiap siswa   mempunyai karakteristik yang berbeda-beda dan unik. Siswa yang duduk di kelas-kelas yang ada di Sekolah tidak ada yang sama. Pembelajaran berdiferensiasi tidak berarti pembelajaran dengan memberikan perlakuan atau tindakan yang berbeda untuk setiap siswa , maupun pembelajaran yang membedakan antara siswa   yang memiliki kemampuan lebih dengan yang siswa kurang pintar. ·         pembelajaran berdiferensiasi dapat memenuhi kebutuhan belajar siswa   dan membantu mencapai hasil bela...
Image
  JURNAL REFLEKSI DWI MIGGUAN 1.4 OLEH: MABRURATUL HASANAH, M. Pd. CGP ANGKATAN 5 KABUPATEN PAMEKASAN   Untuk mewujudkan filosofi KHD saya harus  menjadi seorang guru penggerak yang memiliki otak luhur manusia agar kita seorang guru penggerak yang bijaksana dalam mengambil segala tindakan. Hal itu terjadi karena dengan kita memiliki otak luhur manusia maka pembelajaran dengan filosofi KHD dan siswa yang memiliki profile Pancasila akan tercapai. Hal itu akan saya tuangkan dalam visi saya sebagai guru penggerak. Visi guru penggerak dapat diwujudkan dalam pembuatan BAGJA prakarsa perubahan. Visi saya sebagai guru penggerak adalah mengembangkan sekolah ramah anak melalui disiplin positif. Disiplin positif akan menjadikan budaya positif ketika disiplin positif tersebut dilaksanakan oleh semua pihak sekolah. Cara untuk menerapkan itu semua kita dapat menerapkan segitiga restitusi.   Segi tiga restitusi tersebbit adalah 1. Menstabilkan identitas, 2. Menvalidasi tind...

JURNAL REPLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 1.3

Image
  JURNAL DWI MINGGUAN MODUL 1.3 OLEH: MABRURATUL HASANAH, M. Pd. CGP ANGKATAN 5 KABUPATEN PAMEKASAN   Setelah saya menjalani pembelajaran dari modul 1.1, modul 1.2, dan modul 1.3   ini, berikut adalah hal yang menjadi pembelajaran bagi saya: 1.      Momen yang paling penting dan menantang dalam proses pembelajaran modul 1.1 hingga modul 1.2   da 1.3 yang saya fahami adalah: menjadikan filosofi KHD sebagai dasar untuk menjadikan saya sebagai seorang guru penggerak yang tergerak, bergerak dan menggerakkan. Disana saya harus memahami bagaimana karakter siswa saya, bagaimana saya memotivasi siswa saya, dan bagaimana saya harus mendukung dan mngembangkan semua kreativitas dan yang ada pada anak sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zamannya. Selain itu untuk mewujudkan filosofi KHD saya harus  menjadi seorang guru penggerak yang memiliki otak luhur manusia agar kita seorang guru penggerak yang bijaksana dalam mengambil segala tinda...
Image
Kurikulum Sekolah Ramah Anak (Seirama dengan Filosofi Ki Hadjar Dewantara) Cikal Bakal Kurikulum Merdeka Menuju Profil Pelajar Pancasila Oleh Farizal Rohman Kurniawan, Mahasiswa semester 2 Magister Teknologi Pendidikan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Penggiat Sekolah Ramah Anak, dan Guru SMAN 1 Dringu Kabupaten Probolinggo Istilah Sekolah ramah anak (SRA) lahir dari dua hal besar yaitu adanya amanat yang harus diselenggarakan Negara untuk memenuhi hak anak sebagaimana tercantum dalam Konvensi Hak Anak yang telah diratifikasi Indonesia pada tahun 1990, juga adanya tuntutan dari Undang-Undang No. 23 Tahun 2003 tentang perlindungan anak dan Undang-Undang No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 23 Tahun 2003 tentang Perlindungan Anak yang jelas pada pasal 54 ayat 1 yang berbunyi "(1) anak di dalam dan lingkungan satuan pendidikan wajib mendapatkan perlindungan dari tindakan kekerasan fisik, psikis, kejahatan seksual, dan kejahatan lainnya yang dilakukan oleh pe...

KONEKSI ANTAR MATERI FILOSOFI KHD DAN NILAI-NILAI SERTA PERAN GURU PENGGERAK

Image
  KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 1.2 NILAI DAN PERAN GURU PENGGERAK Oleh: Mabruratul Hasanah, M. Pd. CGP Anggkatan 5  Kabupaten Pamekasan. Setelah saya menjalani pembelajaran dari modul 1.1 dan modul 1.2 ini, berikut adalah hal yang menjadi pembelajaran bagi saya: 1.      Momen yang paling penting dan menantang dalam proses pembelajaran modul 1.1 hingga modul 1.2 yang saya fahami adalah: menjadikan filosofi KHD sebagai dasar untuk menjadikan saya sebagai seorang guru penggerak yang tergerak, bergerak dan menggerakkan. Disana saya harus memahami bagaimana karakter siswa saya, bagaimana saya memotivasi siswa saya, dan bagaimana saya harus mendukung dan mngembangkan semua kreativitas dan yang ada pada anak sesuai dengan kodrat alam dan kodrat zamannya. Selain itu untuk mewujudkan filosofi KHD saya harus  menjadi seorang guru penggerak yang memiliki otak luhur manusia agar kita seorang guru penggerak yang bijaksana dalam mengambil segala tindakan. Hal itu ...