Haru Biru Jejak Metamorfosa Sekolah Menengah Kejuruan Teknik menjadi Pelopor SRA tingkat SMA/SMK di Probolinggo



oleh:
FARIZAL ROHMAN KURNIAWAN, Gr., S.Pd., S.H., M.H.
Guru SMK Ahmad Yani Probolinggo



SMK Ahmad Yani Kota Probolinggo adalah sekolah menengah kejuruan bidang keahlian teknologi dan rekayasa terkenal di Kota Probolinggo. Pasalnya 13 Juli 2020 sekolah ini secara resmi mendeklarasikan Sekolah Ramah Anak sebagai branding dan gaya berkehidupan bersekolah baru di Kampus 1 di Jalan Mastrip 152 Kanigaran Kota Probolinggo 67213. SMK Ahmad Yani Kota Probolinggo telah lama mempertahankan akreditasi A selama bertahun tahun dibawah naungan Perkumpulan Lembaga Pendidikan Ahmad Yani Probolinggo dan banyak mengukir prestasi di kancah lokal dan regional. Tentu saja semua berkat dukungan semua pihak terutama guru guru yang luar biasa dan warga sekolah lain mewujudkan sekolah yang berkualitas.

SMK Ahmad Yani Kota Probolinggo dahulu hadir dan didirikan untuk menampung semua  siswa Probolinggo yang tidak tertampung di SMKN 2 Kota Probolinggo sebagai sekolah teknik kejuruan dan pusat pendidikan di area Pasuruan, Situbondo, Lumajang, dan Probolinggo. Justru karena peminat sekolah menengah yang berbasis keterampilan tertentu sangat tinggi sehingga terjadinya pembludakan jumlah siswa di SMKN 2 Kota Probolinggo sehingga konon ceritanya banyak remaja Probolinggo yang tidak bisa sekolah di negeri karena persaingan yang ada. Beberapa pendiri SMK Ahmad Yani Kota Probolinggo justru adalah para guru dari sekolah SMKN 2 kota Probolinggo, diantaranya adalah Almarhum Guru Agama Islam, Bapak Drs. H. Syamsuddin. Berdirinya sekolah swasta ini menjadi bukti bahwa para guru masa itu memberikan sumbangsih solusi atas masalah remaja Probolinggo yang tidak bisa bersekolah teknik agar tetap bisa bersekolah dengan keterampilan bidang teknik meskipun beda status swasta dan negeri. Lambat laun tahun demi tahun, SMK Ahmad Yani Kota Probolinggo banyak diminati oleh para masyarakat Probolinggo baik tingkat Kota dan Kabupaten Probolinggo. Nyata nyata bahwa sekolah ini mampu bersaing secara ketat dengan sekolah negeri dan swasta yang berada dilingkungan wilayah Probolinggo. Jumlah rombel kelas dengan lima bidang keahlian menjadi incaran para siswa yang tidak diterima di sekolah negeri. Tidak tanggung tanggung SMK Ahmad Yani Kota Probolinggo pernah mencapai jumlah rombel 13 kelas dan dengan jumlah total siswa sebanyak kurang lebih 1200 siswa. SMK Ahmad Yani Kota Probolinggo memiliki dua area kampus yaitu dijalan Mastrip 152 dan Jalan Mastrip 194 dengan segala fasilitas kejuruan yang super komplit dan canggih.

Awal mula ceritanya adalah Ikatan Guru Indonesia Wilayah Jawa Timur bekerja sama dengan Aspirasi dan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia mengadakan pelatihan calon Fasilitator Daerah ketika bulan Ramadhan. Semangat mengabdi dan selalu berbagi yang dimiliki oleh IGI Jawa Timur ini menjadi pemicu awal dan mempelopori gerakan Sekolah Ramah Anak serentak di Wilayah Jawa Timur. Acara tersebut tergolong sukses karena awalnya hanya menarget peserta sejumlah 100 namun peserta yang mendaftar hingga 200 orang pendaftar dari semua pelosok Jawa Timur. Meskipun ditengah pandemi Covid 19 yang melarang untuk mengadakan pertemuan yang menyebabkan kerumunan manusia tak mengubah niat dan memutar otak untuk beraksi nyata ditengah wabah. Pertemuanpun dilakukan melalui virtual dengan paltform Zoom Cloud Meeting. Pertemuan itupun dilakukan sekitar selama tiga Minggu dengan harapan para pesertanya menjadi pelopor dan Fasilitator tingkat Daerah masing masing agar Sekolah Ramah Anak di Jawa Timur semakin menggeliat dan muncul satu persatu. Mungkin inilah yang dinamakan takdir, seorang guru muda yang ingin selalu belajar memahami dunia pendidikan dan psikologi anak didik dari SMK Ahmad Yani Kota Probolinggo yang bernama Farizal Rohman Kurniawan, Gr., S.Pd., S.H., M.H. tiba tiba saja sangat tertarik dengan topik bahasan "khayalan tingkat tinggi" karena bisakah mewujudkan sekolah ramah anak ditengah tradisi dan budaya SMK bidang teknik yang sebagian besar diyakini menggunakan semi militer dan hukuman fisik dalam mendidik siswa siswanya? Tentu saja ide liar dan gila ini tidak tanpa sebab karena pernah pengalaman dari sang guru PPKn ini mengalami proses transformasi mendidik yang baru lulus kuliah dari kampus Universitas Negeri Malang yang notabene adalah mempunyai idealisme tinggi yang dibenturkan dengan realita yang jauh membutuhkan fleksibilitas dan kesabaran tinggi dalam mendidik seorang anak. Proses metamorfosa mendidik ini tentu saja pernah dialami oleh semua orang guru namun lama waktu, hasil akhir dan pemahaman mendidik yang benar tiap guru berbeda beda. Tujuh tahun menjadi guru SMK di dua sekolah (sekolah satunya adalah SMKN 1 Sumberasih Kabupaten Probolinggo) dan pernah mengajar SDN Lemah Kembar 1, SMPN 6 Kota Probolinggo semasa penelitian skripsi, dan SMA (SMAN 1 Kota Probolinggo serta SMA Laboratorium UM) juga menjadikan motivasi tertinggi si Farizal untuk menjadi guru yang harus belajar sepanjang hayat demi terciptanya pendidikan yang mencerdaskan kehidupan bangsa. Ya, sekali lagi rasa penasaran itu ia cari dalam pertemuan virtual Pelatihan Calon Fasilitator Daerah Sekolah Ramah Anak Jawa Timur itu.

Banyak hal yang didapat dalam pelatihan itu diantaranya adalah mendidik seorang anak dewasa ini dalam era digital dan era kekinian perlu menggunakan sepenuh hati. Sudah tentu anak jaman dahulu dan jaman now itu banyak perbedaan dalam setiap masalah yang muncul didalam prosesnya. Tidak bisa dibandingkan linier disamakan tantangan jaman dahulu dengan jaman sekarang. Tiap jaman memiliki keunikan dan kesulitan yang dihadapi masing masing sehingga benar pepatah mengatakan bahwa mendidik anak harus sesuai dengan jaman mereka tumbuh dan berkembang karena pada dasarnya mereka tumbuh sesuai jamannya. Guru era kekinian harus mau tidak mau belajar memahami dan terjun kedunia anak jaman now. Guru era kekinian harus mampu mengajar sesuai gaya belajar siswa masa kini. Bukankah belajar sepanjang hayat adalah citra yang melekat pada guru? Hanya guru yang benar benar guru yang akan selalu terus belajar

Proses komunikasi yang intens tingkat lanjut sebagai dampak pelatihan Fasilitator Daerah Sekolah Ramah Anak Jawa Timur terus menerus dilakukan. Saya yakin semua calon Fasilitator Daerah SRA Jatim harus merobohkan ketakutannya akan ketidakmampuannya, kekhawatirannya, ke-paranoid-annya terhadap istilah baru SRA. Mengapa tidak SRA nampak seperti dinding kokoh tebal dan tinggi ditengah kondisi beragam masing masing sekolah lintas jenjang didaerah kami masing masing. Banyak tradisi lama mengajar guru yang harus dikikis dan digerus untuk ditumbuhkan komunikasi dan praktik baik untuk mewujudkan  SRA yang ideal. Muncul banyak tanda tanya menyeruak seketika mengelilingi otak kami para Fasilitator Daerah namun lambat laun dengan saling sharing dan saling menguatkan tanda tanya itu tiba tiba menjadi tanda seru yang memotivasi kami untuk segera mengimbas kan ilmu kami pada instansi kami masing masing. Yang saya lalui, proses jalan berliku dan berat untuk sekedar membangun opini dan semangat hijrah hati menuju SRA. Ibarat sebuah sales yang menawarkan jasa, beragam pro dan kontra saya lalui ketika saya mensosialisasikan apa itu SRA. Maklum mental saya bukan mental sales, kadang ketika ditolak ada rasa pesimistis dan rasa kecewa bahkan marah ketika lawan bicara tidak merespon baik penjelasan SRA. Mungkin karena saya orangnya bebal dan tidak tahu malu akhirnya sampai pada memberanikan diri berkomunikasi dengan Waka Kesiswaan, Septa Rima Indarwanto, S.Pd dan Bapak Kepala Sekolah yang baru dilantik kurang lebih setahun lalu, Bapak Rieky Afrianto, S.Pd pun akhirnya membuahkan hasil manis. Sungguh tepat "Pucuk dicita Ulampun Tiba", ada seringai senyum puas dan bangga ketika saya beberapa kali belajar mengutarakan keinginan saya dan menjelaskan segala kebaikan SRA. Ya, kata orang dimana ada kemauan disitu ada jalan, hal itu lebih tepat menggambarkan posisi saya saat itu. Tentu saja dengan arahan Bu Bekti Prastiyani dan Pak Bagus Dibyo S. para Fasilitator Nasional SRA dan komunikasi lintas grup tentang SRA akhirnya terealisasikan pada Senin, 13 Juli 2020. Deklarasi Ikrar Sekolah Ramah Anak dikumandangkan lantang dibawah terik matahari pukul 10.30 dilapangan Basket sekolah kami kala itu, cuaca yang super sangat cerah menjadi pertanda baik bahwa hari itu sekolah kami naik level dan ganti status untuk menjadi sekolah tak tertandingi dengan menerapkan SRA. Kami para guru yang tergabung dalam tim SRA sangat bersyukur sekali dengan penuh semangat tiada henti bergurau dalam grup WA selama dua Minggu lebih itu percaya tidak percaya apa yang kami impikan terwujud, sekolah yang akan membuat nyaman para warganya



SMKS Ahmad Yani Kota Probolinggo sudah menjawab tantangan dari Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia dan  wadah Aspirasi sebagai wadah Fasilitator Sekolah Ramah Anak untuk menuju Sekolah  Ramah Anak Jenjang SMK dilingkungan Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Wilayah Probolinggo serta program IGI Jawa Timur untuk selalu mencerdaskan kehidupan bangsa Indonesia. Tidak ada yang tidak mungkin apalagi jika diniati dengan niat baik maka episode pertama cerita sekolah kami dalam memantapkan hati yang hijrah melayani anak dengan sepenuh hati akan benar benar segera dimulai.

Karena masih dalam masa pandemi Covid 19, pelaksanaan acara dilaksanakan dengan sistem new normal dengan memperhatikan protokol kesehatan. Pemberlakuan Wajib Bermasker, Penetralan Tubuh dengan Bilik Desinfektan, Penerapan Cuci Tangan dan Penggunaan Hand Sanitizer benar benar diterapkan dalam acara ini, tentu saja Tim Satgas Covid 19 SMK Ahmad Yani Kota Probolinggo sudah menyiapkan prosedur sedemikian rupa guna meminimalisir resiko peyebaran Covid 19 disekolah. Acara dimulai pukul 09.00 dan dibuka oleh MC Bu Tiesa Desinta Adjie Widodo, S.Pd dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Selanjutnya sambutan oleh KS SMKS Ahmad Yani Kota Probolinggo, Rieky Afrianto, S.Pd, lalu Sambutan kedua Bapak Kacabdindik Provinsi Jawa Timur Wilayah Probolinggo, H. Kiswanto, S.Pd., M.Pd dan sambutan ketiga oleh KadinsosPPPA Kota Probolinggo, Drs. Zainullah, M.M. yang juga mantan kadindik Kota Probolinggo era sebelumnya. Penandatangan MoU Nota Kesepahaman antar instansi rekan jejaring SRA dilakukan dengan penandatangan  naskah deklarasi diatas kertas menjadi momen sakral tak terbantahkan setelah sambutan para pejabat tinggi itu. Dalam peresmian dan deklarasi itu, tim SRA SMK Ahmad Yani Kota Probolinggo mengundang beberapa instansi rekan jejaring SRA di Kota Probolinggo diantaranya Kelurahan Kanigaran, Kecamatan Kanigaran, Puskesmas Kanigaran, Kepolisian Sektor Mayangan, Dinas SatPol PP Kota Probolinggo, Dinas Agama Kota Probolinggo, Dinas Sosial PPPA Kota Probolinggo, Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur wilayah Probolinggo serta tamu undangan lainnya seperti perwakilan orang tua, komite sekolah serta ketua yayasan (Perkumpulan Lembaga Pendidikan Ahmad Yani) menjadi saksi sementara acara kecil nan hikmat itu. Alhamdulillah acara juga diikuti banyak pejabat penting pengawas Pembina SMK (Dra. Dwi Rini Agus P, M.Pd), Pengawas Pembina SMA (Dra. Endang Sulistyowati, M.Pd), Pengawas Pembina dari Depag ( Drs. Aliman, M.Pd.I), Kepala Seksi Pendidikan Menengah Kejuruan  (Bapak Sutjipto, S.IP, M.M.), Kabid PPPA Dinsos PPPA Kota (Ibu Lucy A. Y., S.STP., M.M.), Camat Kanigaran (Agus Rianto, S.STP, M.Si), Lurah Kanigaran (Dwi Arianto, S.Sos, M.Si), Kepala Puskesmas Kanigaran (dr. Lusi Tri Wahyuli) juga turut hadir memeriahkan acara tersebut. Sesuatu yang spesial dari acara itu adalah perayaan Ulang Tahun Bapak Kepala Cabang Dinas Provinsi Jawa Timur Wilayah Probolinggo yang baru yaitu Bapak H. Kiswanto, S.Pd., M.Pd dan juga Pelepasan Balon disertai bunyi keras Klakson Terompet Pompa bertuliskan Sukses SMK Ahmad Yani Kota Probolinggo sebagai SRA   Kota Probolinggo menjadi simbol bahwa acara tersebut ditunggu tunggu semua warga sekolah dan simbol acara berjalan sukses tanpa kendala. Tentu saja harapan kedepan SMK Ahmad Yani Kota Probolinggo bisa selalu bersinergi dengan masyarkat dalam memberikan kualitas pelayanan pendidikan yang maju dan prima sehingga terus mampu berbenah diri untuk menjadi sekolah kejuruan swasta yang diperhitungkan ditingkat Jawa Timur. Acara yang bertemakan "Sekolah Ramah Anak Mencetak Generasi Muda Unggul, Maju, dan Prestasi" berlangsung penuh kegembiraan selama kurang lebih dua jam ini ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Pak Yasin, S.Pd.I bersama sekaligus ramah tamah para tamu undangan serta hiruk pikuk foto bersama para tamu undangan, para guru, siswa OSIS dan Tim Kelompok Kerja SRA didepan banner penandatanganan komitmen dan deklarasi SRA disamping lapangan. Tentunya kedepan mohon doa dan dukungan agar SRA bisa dilaksanakan dengan segala praktik baik dan disiplin positifnya guna melayani Anak sepenuh hati kita sebagai pendidik Indonesia. Satu pesan dan kesan dari penulis, Jayalah selalu SMK Ahmad Yani Kota Probolinggo, Sukses terus bersama SRA Jawa Timur



Penulis: RizalDugonk
Probolinggo, 20 Juli 2020

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

GENERASI MILENIAL DENGAN POSITIVE SELF CONCEPT

Peran Serta Masyarakat dalam Mewujudkan SRA di UPT SMP N 1 Sanankulon Kab. Blitar