Oleh: Luluk Ernawati SMA NU 1 Gresik Berawal dari sesi diskusi interaktif saat sosialisasi pembentukan sekolah ramah anak di SMA NU 1 Gresik. Salah satu peserta diskusi menanggapi adanya tokoh Albert Einstein dalam paparan Disiplin Positif pada salah satu materi Sekolah Ramah Anak. Mengapa menggunakan pemikiran tokoh barat? Bukankah negara kita memiliki sekian banyak tokoh yang dapat dijadikan teladan dalam pendidikan? Apakah ini tidak termasuk kekerasan dalam pemikiran? Yah, argumen kritis di luar dugaan. Sebuah penyampaian argumen adalah hal biasa dalam diskusi dan ini membuat penulis tergelitik untuk berfikir tentang pemikiran pendidikan dari tokoh yang lain. Namun, penulis tidak mengambil tokoh dalam negeri. Bukan berarti tidak mau menerima pemikiran tokoh nasional, namun penulis berfikir tokoh pemikiran pendidikan nasional, salah satunya Ki Hajar Dewantara sudah meyakinkan penulis bahwa ajaran beliau sudah sesuai dengan budaya bangsa Indonesia. Apalagi di...
Comments
Post a Comment